Sekarang, kemudahan alat penghawa dingin di rumah tidak lagi dilihat sebagai suatu barangan kelengkapan rumah yang mewah kerana dengan serendah RM599, anda sudah mampu untuk memiliki peralatan ini di rumah.
Bagi mereka yang sudah lama memiliki alat penghawa dingin (AC), keperluan untuk menyelenggara unit AC anda di rumah secara berjadual merupakan suatu kemestian untuk memastikan unit AC ini dapat digunakan untuk jangka masa yang lama.
Namun, seperti mekanik kenderaan di mana-mana bengkel, kebanyakan juruteknik AC memilih untuk mengambil kesempatan ke atas pelanggan mereka yang kurang arif mengenai operasi unit AC mereka.
Memetik perkongsian dari laman Facebook, seorang mangsa telah berkongsi teknik yang sering digunapakai oleh kebanyakkan juruteknik AC untuk menipu pelanggan mereka untuk mengaut keuntungan yang besar dengan mudah.
Di antara dialog popular yang sering kita dengari di antaranya adalah “Bang, gas AC sudah kurang, kasi tambah ya?” – familiar bukan?
Inilah cerita tentang kecurangan Tukang Service AC yang diungkap oleh Fx Lilik Dwi Mardjianto
“Kami hampir ditipu tukang AC. Cerita yang sama juga telah dituturkan oleh istri saya. Ceritanya begini…

Karena Sabtu adalah hari bersih-bersih, maka kami berencana untuk service AC (cuci). Kebetulan kami punya beberapa selebaran berisi info tukang AC. Singkat cerita kami menelepon tukang AC dan beberapa saat menunggu, tukang AC-nya datang. Mereka berdua, satu orang yang pegang kendali dan yang satu hanya melayani (semacam kenek).

Di akhir pekerjaan, mereka bilang freon habis jadi harus ganti isi ulang dengan biaya Rp 400 ribu, Saya langsung menjawab tidak. Saat itu, saya ingat pesan tetangga tentang modus seperti itu. Raut muka si tukang AC sangat tidak bersahabat mendengar respon saya. Sebelum meninggalkan rumah kami, dia bilang seperti ini “AC-nya enggak usah dinyalain pak, takut nanti meledak!”. Kami hanya meresponnya dengan tersenyum.

Siang hari, ketika Kinan tidur, kami nyalain AC tersebut, namun hanya hawa hangat yang kami rasakan, tidak ada dingin sama sekali. Kami tunggu sejam, tidak juga dingin. Akhirnya kami menyimpulkan bahwa kami telah dikerjain sama si tukang AC.

Singkat cerita, melalui bantuan teman, saya berhasil mendatangkan teknisi untuk melihat kondisi AC kami. Dan benar dugaan kami, tukang AC tadi nakal. Dia menutup saluran freon di perangkat outdoor. Pantas saja dingin enggak pernah ke ruangan. Ketika kami cerita tentang hal ini, ternyata tetangga kami juga sudah ada yang tertipu.

Rupanya ini modus umum yang sering dilakukan oleh oknum tukang AC. Saya memutuskan untuk menelepon si tukang culas itu dan memintanya kembali ke rumah. Mungkin dia berpikir kami jadi ganti freon. Alih-alih mengantongi Rp 400k, si tukang itu terpaksa menyimak kuliah panjaaaang lebar tentang nilai-nilai kejujuran!

Semoga cerita ini bermanfaat bagi teman-teman untuk lebih berhati-hati. Pakailah jasa tukang AC yang sudah dipercaya!”

Comments

comments